Bandar Lampung, SIBER88.CO.ID_ Dalam mendukung program pemerintah pusat meningkatkan produktifitas padi dan mewujudkan ketahanan pangan nasional Kodam XXI/Radin Inten bersinergi dan berkolaborasi dengan Gapoktan Kartika Bina Tani Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur melaksanakan penanaman padi serentak,Selasa (20/01/2026)
Kegiatan tersebut langsung dihadiri Pangdam XXI/Radin,Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi,Wakil Gubernur Lampung,Jihan Nurlela,Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana Ketua DPRD Provinsi Lampung, Bupati Lamtim, Danbrigif 4 Mar/BS, Wakabinda Lampung dan Karo SDM Polda Lampung.
Bupati Lampung Timur,Ela Siti Nuryamah,dikesempatan tersebut menyampaikan kehadiran TNI dan pemerintah provinsi sebagai suntikan semangat baru bagi petani dan pemerintah daerah di tengah keterbatasan fiskal.
Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi prioritas strategis karena Lampung Timur merupakan salah satu lumbung padi utama di Provinsi Lampung.
“Lampung Timur memiliki luas lahan padi 55.952 hektare, terbesar kedua di Provinsi Lampung. Meski alokasi anggaran pertanian masih terbatas, kolaborasi ini membuat kami optimistis produksi dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat,” ungkapnya.
Selanjutnya Bupati juga menjelaskan, gerakan tanam padi di Way Jepara akan menjadi wilayah dampingan Kodam XXI/Radin Inten dengan luasan awal mencapai 2.396 hektare dan berpotensi diperluas ke kecamatan lain.
“Program ini melengkapi berbagai inisiatif sebelumnya, seperti petani mitra Adhyaksa serta optimalisasi lahan pertanian di sejumlah wilayah Lampung Timur, ” tambahnya.
Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan bahwa gerakan tanam padi serentak ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa.
“Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 petani dengan luasan tanam awal 500 hektare. Kami menggunakan varietas padi Inpari 32 yang memiliki potensi hasil hingga delapan ton per hektare. Ke depan, melalui riset , pengembangan teknologi pertanian, kami berharap ada varian bibit dengan produktivitas bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektare,” kata Kristomei.
Ia menambahkan, Kodam XXI/Radin Inten turut mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Salah satunya dengan aplikasi Centurion 21 yang mengintegrasikan pemetaan drone dan analisis data untuk memprediksi hasil panen serta mendeteksi gangguan tanaman sejak dini.
“Babinsa tidak hanya mendampingi di lapangan, tetapi juga menjadi penghubung teknologi bagi petani. Dengan pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan, pertanian Lampung Timur diharapkan semakin efisien dan berdaya saing,” lanjutnya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI dan kelompok tani, Gerakan Tanam Padi Serentak ini diharapkan mampu mendongkrak produksi beras Lampung Timur sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu penyangga pangan nasional.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Para Asisten Kasdam XXI/RI, Danpomdam XX/RI, Kolonel Cpm David Medion,Kapendam XXI/RI, Kasi Ren Korem 043/Gatam, Para Kasi Kasrem 043/Gatam, Dandim 0429/Lamtim, Dandenintel Kodam XXI/RI, Wakapolres Lamtim, para Kepala Dinas Kabupaten Lamtim dan para tamu undangan lainnya.
























