Papua, SIBER88.CO.ID_ Tradisi “Bakar Batu” adalah upacara adat yang sakral dan penting di Papua, kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat dan dihadiri juga oleh anggota TNI Satgas Yonif 521/DY Pos Kurima, Distrik Kurima Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan yang bertugas di wilayah tersebut sebagai bagian dari interaksi sosial dan penghormatan budaya.
Danpos Kurima, Lettu Inf Dany Rizki Hardiyanto, bersama masyarakat Distrik Kurima bahu-membahu melaksanakan bakar batu. Lebih dari sekadar perayaan budaya, kegiatan ini adalah bentuk nyata Komunikasi Sosial(Komsos)antara personel TNI dengan masyarakat yang merangkul kearifan lokal, guna memelihara stabilitas keamanan melalui ikatan sosial yang erat.
Prajurit dan masyarakat bersama – sama menggali lubang tanah, menyusun batu-batu, hingga membakar kayu bakar, Ubi, keladi, pisang dan daging kemudian dimasak di atas tungku batu yang membara. Tradisi sakral ini bukan hanya tentang makanan, namun syarat makna sebagai simbol rasa syukur, kesederhanaan dan eratnya persaudaraan di wilayah terdepan Indonesia.
Selvanus, warga setempat,mengucapkan terima kasih kepada TNI di Pos Kurima yang sudah hadir di acara bakar batu dan telah membantu kelancaran acaranya.
“Semoga tuhan memberkati wa wa wa,” ucap selvanus, Sabtu(10/1/2026).
Sementara itu,Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, menyampaikan,kehadiran personel TNI di acara adat bakar batu merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI-Rakyat, Sebagai wujud mempererat kebersamaan, persaudaraan dan membangun kepercayaan dengan masyarakat setempat, sejalan dengan nilai gotong royong, syukur dan persatuan bangsa.
“Kegiatan ini menunjukan peran TNI yang adaptif dan bersinergi dengan kearifan lokal, menjadikan tradisi Bakar Batu lebih dari sekadar ritual kuliner, tetapi juga perekat sosial dan stabilitas di Papua,” terangnya.
Ini menjadi sarana Satgas Yonif 521/DY menunjukan kehadiran humanis, bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga akan tercipta kedamaian dan stabilitas di wilayah penugasan serta menghormati dan menghargai nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat setempat.
























