Cirebon Jabar, SIBER88.CO.ID_Anton Charliyan sesepuh tokoh penggiat Budaya Sunda jabar beri apresiasi dan penghargaan kepada Sultan Kanoman dalam acara Maulid dan Panjang Jimat,Sabtu (8/10/2022) bertempat di Keraton Kanoman Cirebon.
Mantan Kapolda jabar Irjen (P) DR Drs H Anton Charliyan MPKN yang sekarang lebih akrab dipanggil sebagai Abah Anton sengaja hadir untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kanjeng Gusti Sultan Raja Mohammad Emirudin.Penghargaan tersebut dari Comunitas Lintas Budaya Nusantara , Yayasan Soekapoera Ngadaun, Laskar Siliwangi dan yayasan FS Sunda Sabuana Serta a/n para Penggiat , tokoh , Sesepuh Budaya Sunda.
Dalam sambutanya, Anton yang juga mantan Kadiv Humas POLRI ini menyatakan bahwa keraton yang diamanahkan oleh negara harus bisa menjadi pusat pelestari, adat tradisi budaya dan sejarah.
“Alhamdulillah Keraton Kanoman Cirebon telah melestarikan dan melaksanakan amanah tersebut, bahkan kalau mau di hitung bisa dikatakan oper target karena dalam 1 tahun selama 360 hari tidak kurang dari 50 kali acara adat tradisi seni & budaya yang biasa rutin digelar di Keraton Kanoman,”ungkap abah Anton.
Sehingga menurutnya,Sultan Mohammad Emirudin layak untuk mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya sebagai tokoh pelestari adat tradisi sejarah seni dan budaya,serta sebagai tokoh pemersatu masyarakat Cirebon dan Jawa Barat.
Selanjutnya,abah Anton mengatakan bahwa acara pajang jimat juga merupakan salah satu acara yang mampu mensinergikan antara nilai-nilai adat tradisi budaya dengan nilai-nilai religius keagamaan, serta sekaligus mampu memperkokoh tali silaturahmi rasa kekekeluargaan serta persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Cirebon dan Warga Sunda jabar banten Lainya.
“yang jelas-jelas terlihat tumplek memenuhi Area tsb, dihadiri lebih dari 15.000 orang. Sebuah wujud nyata bersatunya masyarakat untuk ikut serta melaksanakan ritual agama dan budaya secara bersama-sama yang luar biasa,yang dikemas sekaligus dengan acara Maulid Nabi Besar Muhammad Saw,”sambungnya.
Abah Anton melanjutkan,wujud inilah sebagai sebuah implementasi yang real dari nilai-nilai toleransi kebhinekaan, budaya yang beragama, Agama yang berbudaya yang mampu menciptakan nilai-nilai persatuan , rasa kekeluargaan dan jiwa nasionalisme secara bersamaan .
Selain sultan dan kerabat Keraton,hadir dalam acara tersebut antaralain ketua DPRD kota Cirebon,dan para anggota DPRD, Kapolresta, Dandim, Sultan keraton Mangku Alam , sultan Solok Minangkabau, Perwakilan dari Dirjen Luar Negri RI, Tokoh masyarakat, tokoh Agama dan tokoh Adat se-Jawa Barat.
Selanjutnya, pusaka-pusaka dari Keraton tersebut dikirabkan ke masjid Agung Sunan Gunung Jati dipimpin Patih Keraton raja Sudiran.
Acara berlangsung tertib,hidmat dan disambut dengan penuh antusias oleh seluruh masyarakat Cirebon dan Jabar. (Bzz)
























