Santri MDTA Kecamatan Sliyeg Ikuti Wisuda Akbar di Pendopo Kabupaten Indramayu

Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_Sebanyak 987 santri perwakilan dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah se-Kabupaten Indramayu diwisuda oleh bupati Indramayu di pendopo kabupaten,Selasa(27/6/2022).

Dalam pelaksanaan wisuda akbar ke-2 tersebut,selain bupati Nina Agustina ikut hadir juga kepala kantor kementerian agama kabupaten Indramayu Hanif Hanafi,para asatidz,pejabat terkait dan para orang tua siswa.

“Sebanyak 987 santri, mewakili madrasah masing-masing di Kabupaten Indramayu,” ujar salah satu pengurus Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Sliyeg H. Warkadi yang dikonfirmasi awak media SIBER88.CO.ID di sela acara(27/6/2022).

“Adapun yang mewakili kecamatan Sliyeg sendiri berjumlah 28 santri dari 28 madrasah,”lanjutnya.

“MDTA di wilayah kecamatan Sliyeg sendiri telah meluluskan sejumlah 782 santri MDTA. Adapun yang dihadirkan pada acara wisuda akbar ini hanya perwakilanya saja,”terangnya.

Dengan digelarnya acara wisuda akbar dipendopo kabupaten Indramayu, ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Nina Agustina begitu besar terhadap MDTA.

Diyakini H. Warkadi, dengan madrasah akhlakul karimah generasi muda bisa terjaga karena MDTA menjadi lembaga penjaga moral yang sangat penting yang harus dipertahankan.

“Tidak akan terjadi tawuran ketika lulus sekolah kalau sedari kecil sudah mengenyam pendidikan madrasah. Itu artinya memiliki akhlakul karimah, menjadi ukuran mutu dalam pendidikan,”ungkapnya.

“MDTA juga perlu mencari terobosan dan inovasi waktu dan system pembelajaran agar MDTA tetap lestari dan makin maju,”ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas MDTA perlu dukungan dari semua pihak dari tingkat bawah hingga atas dan juga lingkungan sekitarnya, yang sesuai dengan visi misi kabupaten Indramayu Bermartabat dibawah kepemimpinan Bupati Indramayu Nina Agustina.

Madrasah, kata warkadi, harus dimulai dari diri sendiri. Artinya, madrasah itu dari, oleh dan untuk umat. Kalau umatnya berkehendak kuat, maka tidak mustahil Perda atau peraturan lainnya yang berkaitan dengan MDTA akan berjalan. “Pemerintah, pada dasarnya hanyalah fasilitator. Kemauan kuat justru berakar dari pengelola MDTA dan FKDT itu sendiri,” tandasnya.

Para pesertapun sangat gembira karena Ibu Camat dapat meluangkan waktunya untuk hadir dan berfoto bersama peserta dari kecamatan Sliyeg.

Mereka para santri dengan hikmat mengikuti rangkaian acara wisuda akbar ke-2 Tahun 2022 ini dari awal hingga akhir sesuai dengan yang dijadwalkan oleh panitia pelaksana.
(Yyn)