Momen Peresmian Situs ‘Circle Stone’ Anton Charliyan Berikan Penghargaan Pada Ketum WN88

Jabar, SIBER88.CO.ID/Ketua Umum Warung Nusantara(WN)88 yang juga sekaligus sebagai pimred Siber88 Edwin Fetando menghadiri peresmian situs ‘Batu melingkar'(circle stone) di desa Jahiyang Tasikmalaya, Minggu(8/8/2021)atas undangan dewan pelestarian budaya Tasikmalaya Jawa Barat Irjen Pol(purn)Anton Charliyan yang akrab disapa dengan nama abah Anton.

Abah Anton meresmikan langsung situs ‘Batu Melingkar’ dengan disaksikan oleh ketua DPRD Tasikmalaya Asep Sopari,tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat Tasikmalaya dan tokoh budaya paguyuban sunda sedunia

Misteri batu melingkar yang ditemukan di sekitar komplek makam keramat Tuan Alam di lembah Gunung Galunggung, tepatnya di Desa Jahyang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat sedikit demi sedikit mulai terungkap setelah tim ekspedisi ilmiah yang terdiri dari Dr. Undang Ahmad Darsa  (Kepala Departemen FKIB Sejarah dan Filologi Unpad), Dr. Elis Suryani (Ketua Tim Lintas Budaya Nusantara dan Gasantana) didampingi Irjen Pol(Purn) Dr, H, Anton Charliyan,serta Kepala Desa, Punduh dan para sesepuh Kampung Jahiang, Salawu Kab Tasikmalaya melakukan penelitian.

Edwin Mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi WN88 dan Siber88 turut hadir di kegiatan ini apalagi mendapatkan piagam dan lencana.

“Alhamdulillah anggota WN88 dan Siber88 dari beberapa kabupaten kota di Jabar bahkan dari Cilacap telah hadir di moment ini diantaranya dari Indramayu,Bogor,Bekasi,Jakarta,Bandung dan dari Tasikmalaya sendiri,”ucap Edwin(8/8/2021).

Masih menurutnya,”kami hadir untuk memberikan yang terbaik bagi pengenalan budaya cagar alam situs sejarah batu melingkar di desa Kahiang Tasikmalaya.”

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Abah Anton yang telah memberikan penghargaan dan lencana kepada WN 88Siber88,secara kebetulan beliau juga(abah Anton) sebagai pembina dan penasehat WN88 dan Siber88,”lanjut Edwin.

Peresmian situs tersebut ditandai dengan gunting pita Monumen Batu Melingkar Jahiang oleh Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya dan Abah Anton Charlian sebagai penggagas pelestarian Situs Batu Melingkar Jahiang.

Situs yang terdiri dari puluhan kumpulan batu melingkar ini dianggap warisan budaya dan sejarah yang bernilai tinggi, dan baru pertama kali ditemukan di Indonesia, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan.

Dalam Sambutanya Asep sopari mengatakan,”kita harus bisa menjaga dan melestarikan situs ini dengan baik, karena ini adalah peninggalan yang berharga dari para pendahulu kita, sesuai pesan yang ada dalam amanat galunggung bahwa kita jangan sampai melupakan masa lalu, karena tidak akan ada masa kini kalau tidak ada masa lalu.”

Sementara itu Abah Anton Charliyan yang sejak awal menjadi tokoh paling depan dalam pelestarian Situs Batu Melingkar Jahiang berharap situs tersebut bisa menjadi kebanggaan masyarakat Sunda, karena situs tersebut bisa menjadi bukti bahwa Sunda mempunyai sejarah panjang dalam peradaban. (B. Zaman)