Proyek Tanpa Papan Informasi Dipasar Majenang Dipertanyakan

Cilacap Jateng, SIBER88.CO.ID_Apa memang aturan sudah tidak terpakai lagi, mengingat banyaknya pekerjaan Pemerintah tidak mengunakan papan pengumuman pekerjaan,terutama pekerjaan yang mengunakan Dana APBD atau memang untuk pemasangan papan pengumuman pekerjaan sudah tidak di Anggarkan dalam Rancangan Anggaran Biaya(RAB).

Apa yang terjadi pada pekerjaan pemasangan Yudit di Pasar Majenang desa Sidangsari kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, diduga pekerjaan tersebut tidak memasang papan pengumuman pekerjaan, tentunya hal ini sangat bertentangan dengan Undang -undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Informasi keterbukaan publik dan bertentangan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (“Permen PU 29/2006”)

Bacaan Lainnya

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (“Permen PU 12/2014 dari pada oknum pengusaha Kontruksi untuk memasang papan pengumuman pekerjaan.

Sangat disesalkan kejadian-kejadian yang berulang-ulang tanpa ada perbaikan,seolah-seolah yang terjadi, sudah biasa dilakukan dan diangap uang untuk pemasangan Yudit dipasar Majenang milik pribadi,padahal jelas uang yang dipergunakan adalah uang rakyat yang dihasilkan dari pemungutan pajak,masyarakat berhak mengetahuinya uang dipergunakan untuk apa. bagi oknum pengusaha yang mendapat pekerjaan dari Pemerintah, semestinya tunduk pada peraturan Pemerintah.

Yang menjadi pertanyaan dalam hal ini, Kemana Konsultan Pengawas pekerjaan, semesti menegur oknum pengusaha yang nakal karena Konsultan pengawas juga dibayar oleh Pemerintah untuk mengawasi setiap pekerjaan milik Pemerintah supaya berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

Pada saat Tim melakukan investigasi dilapangan tidak ditemui satupun pekerja lapangan, Konsultan, Pejabat Pelaksan Kegiatan(PPTK) dan Tenaga ahli dari prusahaan,pekerjaan pemasangan Yudit dalam keadaan terbengkalai.

Menurut salah satu pedangang yang ada di pasar Majenang, mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut diperkirakan sudah hampir kurang lebih selama dua minggu dalam kedaan terbengkalai dan sangat mengangu pedang dalam aktifitas jual beli,Jalan menjadi sempit dan becek membuat pembeli malas untuk mampir berbelanja di toko mereka.

“Pedagang berharap pekerjaan pemasangan yudit untuk dapat segera diselesaikan karena sangat mengangu”

Semestinya ada tindakan tegas dari Dinas dan Badan,kepada oknum penggusaha yang nakal yang tidak patuh pada peraturan per undang-undanggan dan keputusan Menteri apa yang saat ini terjadi terkesan pembiaran dari Dinas dan Badan yang memiliki pekerjaan.

Dari aturan-aturan yang terkecil saja diduga sudah dilanggar, tentu Pemerintah terlalu jauh berharap pekerjaan pemasangan Yudit dan pekerjaan lainnya dikerjakan sesuai dengan Bestek.
01/12/2022 (TIM)

Pos terkait